Jumat, 17 Mei 2013

Djoko Susanto Sang Pendiri Alfamart





DJOKO SUSANTO  ( Pendiri Alfamart)

A Kwie Atau yang sering disebut  Djoko Susanto lahir di djakarta 9 februari 1950. Baginya, Mimpi tidak hanya bertengger menjadi mimpi ketika disiasati oleh kerja nyata dan usaha menembus peluang yang tidak kenal menyerah. Bagi Djoko Susanto, mimpi adalah hoki yang mampu mengendus peluang. Dan bahan bakarnya adalah kerja keras, jujur, dan punya komitmen dalam menjalankan sebuah usaha.

Terlahir dari keluarga pedagang kelontong yang putus sekolah, Djoko Susanto telah mengenali napas perjuangan sejak ia masih balita, Aroma rumahnya serba berbau kerja keras, Pagi mengantarkan kerja, malam juga diakhiri dengan kerja. Semua dilakukan demi hidup, demi keberlangsungan napas keluarga. Situasi itu sesungguhnya sangat mudah memantik frustasi, tapi tak terjadi pada Djoko. Ia tak menyerah menghadapi nasib. Realita kehidupan justru ia jadikan pelecut untuk bergerak memanfaatkan apa yang ia punya, yakni sejumput ilmu perdagang. Andai saja pada waktu itu djoko tidak berani merubah hidupnya kerabat, teman, dan lingkungan pergaulanya hanya akan mengenal djoko susanto sebagai pedagang kelontong

Kegigihannya melewati proses mengantarnya pada fase-fase yang memajukan. Lihatlah perjalanannya. Karier bisnisnya dimulai dari sebuah toko kelontong milik keluarga di bilangan Petojo, Jakarta Pusat, sekitar tahun 1967. Kemudian ia meningkatkan keberadaannya dengan memiliki toko kelontong sendiri. Dan Akhirnya Djoko menjalankan bisnis grosir penjualan rokok melalui toko kelontongnya itu. Usaha kelontong bernama Toko Sumber Bahagia ini menjadi cikal bakal kelompok bisnis ritelnya yang bernama Alfamart dibawah bendera PT Sumber ALfaria Trijaya Tbk ( SAT ).

Didalam setiap proses tersebut, Djoko menjadi pelakon yang mengumuli dengan setia setiap elemen usahanya. Ia mengetahui dengan rinci setiap bagian dari bisnis yang dijalankannya sehingga ia menguasai setiap masalah yang muncul dan strategi untuk mengatasinya. Sikap ini dengan cepat membuatnya mampu membaca pasar yang lebih luas dan akhirnya terbang berkembang.

Djoko Susanto adalah salah satu anak negeri yang memiliki visi, misi, konsistensi, dan pandai melihat peluang dalam berbisnis. Jiwa usahanya telah dimulai dari umur 10 tahun. Kios milik orang tuanya yang bernama Sumber Bahagia merupakan langkah awal Djoko Susanto dalam memasuki dunia wirausaha yang berfokus pada industri ritel.

Djoko Susanto, yang merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan retail Alfamart, berhasil mengungguli kekayaan orang-orang terkenal Indonesia, seperti Aburizal Bakrie (peringkat 30) dan Ciputra (peringkat 27). Kekayaannya yang dikumpulkan berjumlah US$ 1,040 miliar (Rp 9,36 triliun).




Kemampuan berbisnis Djoko dimulai sejak beliau masih berumur tujuh belas tahun. Awalnya beliau membuka usaha kios yang dimiliki oleh orang tuanya di Pasar Arjuna yang terletak di kawasan Jakarta. Kios yang dijalankannya itu diberi nama Sumber Bahagia. Kios tersebut menekankan bisnis nya dalam menjual bahan makanan. Potensi bisnis nya pun sedikit berkembang. Beliau melihat adanya ruang bisnis yang lebih baik dengan menjual rokok. Hal ini dilakukannya pada tahun 1960 an. Visi nya dalam berbisnis rupanya sangat bagus, beliau dapat melihat bagaimana sebuah bisnis rokok akan dapat berjalan dengan baik dan memiliki potensi yang besar di masa akan datang. Dengan pemikiran yang dimiliki Djoko tentang potensi usaha rokok, Putera Sampoerna menjadi rekan kerjanya dan mereka membuka kios rokok baru di kawasan Jakarta. Nampaknya dewi fortuna mampir pada mereka dan usaha tersebut berjalan dengan sangat baik.

Berawal dari keberadaan kios baru ini lah mereka mulai berpikir untuk membuka super market. Super market tersebut diberi nama Alfa Toko Gudang Rabat. Djoko sendiri menjadi direktur penjualan serta distribusi untuk perusahaan Sampoerna yang pada saat itu sedang berkembang dengan baik. Seiring dengan waktu Djoko dan Sampoerna mendirikan  toko baru yang diberi nama Alfa Minimart. Nama tersebut akhirnya disingkat menjadi Alfamart. Pendirian toko tersebut dilakukan pada tahun 1994 dan rupanya menarik perhatian banyak orang karena toko tersebut diperuntukkan tidak hanya untuk kalangan atas tapi juga menengah ke bawah. Akan tetapi Sampoerna tidak lagi bekerja sama dengan Djoko karena Sampoerna mendirikan bisnis dan perusahan baru dengan menjual tembakau. Pada akhirnya sebgian saham untuk Alfamart yang dimiliki Sampoerna dibeli oleh Djoko dari tangan Philip Morris.

Djoko pun membeli Northstar sehingga beliau memiliki saham sebesar 65 persen dari perusahaan. Saham sebanyak 65 persen tersebut dijual dan akhirnya menghasilkan dua kali lipat. Dari sinilah Djoko mulai mendapatkan penghasilan besar dan menjadikannya milioner.  Beliau juga menjual bisnis super market dan mulai masuk ke bisnis mini market yang diperuntukkan untuk semua kalangan. Mini market dinilai lebih terjangkau sehingga dapat menarik perhatian lebih banyak orang dari pada super market. Sebagai pemilik alfamart, Djoko mulai menikmati penghasilan yang sangat besar dari bisnisnya dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Usaha itu pun semakin berkembang sehingga dia menjadi jajaran orang terkaya di Indonesia di urutan ke tujuh belas pada di tahun 2012.

Kerjasama Dua Tokoh Besar
Kerjasama dua tokoh besar tersebut diawali dengan dibukanya 15 (lima belas) toko rokok di seputar wilayah Jakarta. Pada 27 Agustus 1989 Lahirlah Alfa Toko Gudang Rabat yang mempunyai konsep supermarket. Usaha yang terbentuk dari buah tangan kedua orang itu diberikan nama Alfa dikarenakan sifatnya yang netral tidak mengandung salah satu nama kedua orang itu. Selain itu, melalui beberapa riset Djoko Susanto menyadari kekuatan nama Alfa yang lebih menjual daripada namanya ataupun nama H.M. Sampoerna. Alfa Toko Gudang Rabat inilah cikal bakal kesuksean Djoko Susanto dengan brand Alfa  yang mana Alfamart sebagai ujung tombak brand tersebut, diikuti dengan Alfa Midi dan Lawson yang merupakan bagian dari Alfa Midi.

Awal Mula Brand Unggulan Dan Jatuhnya H.M. Sampoerna
Alfamart awal mula berdiri bernama Alfa Mini Mart. Alfa Mini Mart berdiri di tahun 1999 dimana krisis ekonomi sedang melanda Indonesia dan dunia. Pada saat itu Djoko Susanto yakin bahwa keinginan untuk maju dan pantang menyerah dapat membawa kepada kesuksesan yang mana terbukti saat ini.

Pada 2006 H.M. Sampoerna menjual semua usaha, termasuk saham kepemilikannya di Alfamart. Di tahun tersebut Djoko Susanto melalui PT. Sigmantara Alfindo yang dimilikinya menjadi pemegang saham terbesar atas Alfamart dengan porsi saham sebesar 60%. Disinilah berakhirnya kerjasama kedua tokoh besar tersebut dan ditandai dengan berakhirnya dinasti Sampoerna di industri rokok dan tembakau. Berakhirnya kerjasama antara Djoko Susanto dengan Sampoerna tidak membuat Djoko panik. Hal  ini dikarenakan Alfamart dan brand Alfa lain yang dimilikinya telah memiliki konsep dan visi, misi yang kuat sebagai pondasi usaha. Otak dibalik terciptanya hal itu adalah Pudjianto yang direkrutnya pada 2001. Tugas berat yang diemban membuahkan hasil sangat memuaskan dengan konsep dari Pudjianto.


Alfa Midi dan Kegemilangan AlfaMart
Di tahun 2007 Alfa Midi dibentuk oleh Djoko Susanto dengan badan hukum bernama PT. Midimart Utama. Ini merupakan salah satu idenya dalam diferensiasi merk yang berakhir sukses. Sayang tidak semua usahanya sukses. Alfa Supermarket yang awalnya bernama Alfa Toko Gudang Rabat akhirnya harus dijual kepada Carrefour. Selain karena Alfa Supermarket tidak menghasilkan pendapatan yang signifikan akibat kalah bersaing dengan supermarket lain, Djoko Susanto menyadari bahwa dia harus fokus pada ritel mini market. Hasil penjualan dari Alfa Supermarket Djoko investasikan kepada Alfa Midi dan Alfamart sebagai langkah pengembangan usaha.

Langkah Djoko tepat dalam menginvestasikan uangnya ke Alfamart dan Alfamidi. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya gerai Alfamart di berbagai daerah dan terbentuknya kerja sama Alfa Midi dengan Lawson. Oleh karena usaha kerasnya selama bertahun-tahun tersebut yang dikarenakan fokusnya di bidang ritel dan pintar melihat perubahan kondisi masyarakat dan peluang yang ada, maka Djoko mendapat buahnya  yaitu kekayaan milyaran rupiah dan dinobatkan menjadi orang terkaya di Indonesia urutan ke-25 tahun 2012 versi majalah Forbes.

Kerjasama Djoko dengan Putra Sampoerna harus berakhir tahun dan 2005. Sampoerna menjual perusahan rokok dan anak perusahaannya termasuk 70 persen saham di Alfamart, kepada Philip Morris sebesar 5 miliar dollar AS.

Philip Morris sendiri ternyata tidak tertarik bermain di sektor ritel, sehingga perusahaan asal Amerika Serikat ini pun menjual saham Alfamart kepada Djoko dan Northstar. Tahun lalu Djoko membeli Northstar, sehingga membuatnya menjadi pemegang 65 persen saham. Keputusannya dinilai sebagai langkah yang cerdas, karena saham peritel ini melonjak dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir dan empat kali lipat dalam dua tahun terakhir. Hal ini mendorong Djoko masuk ke dalam jajaran miliuner dunia, sekaligus menjadi orang terkaya baru di Indonesia.

            Djoko yang beberapa tahun lalu menjual bisnis supermarketnya, ternyata masih nyaman dengan minimart. Penjualan sektor ini tumbuh rata-rata dari 15 persen menjadi 20 persen setahun. Alfamart yang saat ini memiliki 5.500 toko dengan melayani hampir 2 juta orang konsumen per hari dan memperkerjakan lebih dari 57.000 karyawan, memimpin transformasi dari toko pinggir jalan menjadi minimart modern dengan barang-barang pilihan berharga sama bahkan lebih baik.
Djoko yang menjual bisnis supermarket beberapa tahun lalu masih mengembangkan minimarket yang nyaman dan terjangkau. Penjualan pada sektor itu tumbuh rata-rata 15-20 persen setahun. Alfamart, dengan 5500 toko melayani lebih dari 2 juta pelanggan setiap hari dan mempekerjakan lebih dari 57 ribu orang. Alfamart telah memimpin transisi dari toko-toko kayu di pinggir jalan yang menjual barang meragukan menjadi minimarket modern dengan produk yang dapat diandalkan dengan harga yang sama atau lebih baik. Mereka masih berniat membuka 800 outlet pada 2012.

"Minimarket selalu dituduh menghambat pasar tradisional. Padahal, apa yang dilakukan adalah mendorong pasar tradisional untuk meningkatkan pelayanan mereka," kata Djoko.

Jaringan minimarket perusahaan yang didirikan Djoko Susanto, mantan eksekutif produsen rokok raksasa, HM Sampoerna ini terdiri dari minimarket milik sendiri dan minimarket dalam bentuk kerjasama waralaba, dengan jumlah minimarket milik sendiri 2.396 (2009) dari semula 2.067 (2008) dan kerja sama waralaba 798 (2009) dari 592 (2008).

Sejarah Alfamart Minimarket

Ø  27 Juni 1999 - Didirikan "PT Alfa Mitramart Utama (AMU)" dengan pemegang saham: PT Alfa Retailindo, Tbk = 51% , PT Lancar Distrindo = 49%
Ø  18 Oktober 1999 - "PT.Alfa Mitramart Utama" didirikan toko pertama dibuka dengan nama "Alfa Minimart" di JL.Beringin Raya, Karawaci, Tangerang
Ø  1 Agustus 2002 - Kepemilikan beralih ke "PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT)" dengan pemegang saham: PT HM Sampoerna, Tbk = 70% , PT Sigmantara Alfindo = 30%
Ø  1 Januari 2003 - Nama "Alfa Minimart" berubah menjadi "Alfamart"
Ø  Desember 2008 - Jumlah gerai lebih dari 2750
Ø  15 Januari 2009 - "PT Sumber Alfaria Trijaya" menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)
Ø  Januari 2010 - Jumlah gerai lebih dari 3500

Alfamart Mendapat Banyak Penghargaan Di 2012


Diawali dari ajang penghargaan Top Brand Award 2012 pada awal Agustus 2012.  Acara penghargaan yang sudah ketigabelas kalinya digelar oleh Lembaga Riset Frontier Consulting Group dan majalah Marketing tersebut, Alfamart ukses membawa pulang penghargaan Top Brand 2012 di kategori Minimarket. Penghargaan tersebut merupakan kelima kalinya bagi Alfamart.

Di pertengahan September 2012, Alfamart pun berhasil menggondol penghargaan sebagai minimarket terbaik dalam ajang Indonesia Best Brand Award (IBBA) yang digelar oleh lembaga survei  MARS dan Majalah SWAsembada. Penghargaan ini juga untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut diraih oleh Alfamart sejak tahun 2008. Masih dalam ajang yang sama, founder Alfamart Djoko Susanto juga dianugrahkan penghargaan sebagai ‘Indonesia Best Brand Builder Achievement 2012’.

Founder Alfamart, Djoko Susanto (kiri) saat menerima penghargaan Retail Asia Pacific Top 500 Awards 2012 di Shanghai

Memasuki Bulan Oktober, Alfamart juga didaulat untuk menerima penghargaan Sosial Media Award 2012 yang digagas oleh Majalah Marketing, Digital Marketing, serta lembaga survei independent Frontier Consulting Group dan didukung oleh MediaWave Social Media Monitoring Platform.
Prestasi Alfamart juga dapat dilihat dari jumlah gerai Alfamart yang terus berkembang pesat. Sebagai gambaran, per 31 Desember 2008, Alfamart memiliki 2.157 gerai minimarket dan 622 minimarket Alfamart dalam bentuk waralaba. Angka ini terus berkembang dengan jumlah gerai per Mei 2009 mencapai 3.000 buah dengan gerai berbentuk waralaba sebanyak 711 buah yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

Tidak hanya itu, Saat ini di tahun 2012 Alfamart mengadakan kontes SEO yang bertema Promo Indonesia dengan keyword Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia.  Kembali Alfamart  membangun komunikasi dengan para membernya, sebagai bukti bahwa Alfamart  kan terus memanjakan para membernya,salah satunya melalui Alafamart Blog Review Contest 2012. Pastinya dengan kontes ini Alfamart  mencoba mengajak para member lebih mengenal Alfamart  dan lebih mendekatkan diri dengan para membernya didunia maya.

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

2 komentar:

  1. Assalamu alaikum…
    Aku mau kasih testimoni disini yah, biar semua orang tahu bagaimana aku bisa melunasi hutang-hutangku sebesar 2 milyar hanya dalam waktu 1 Hari plus kekayaanku kembali pulih!.
    Perkenalkan saya lia asila dari tanjung – kalsel. ,Tapi sejak perusahaan saya dinyatakan ilegal, saya mengalami kebangkrutan dengan hutang 2 milyar kepada pemodal dan seluruh kekayaan saya disita.
    Saya sempat shock, pusing sekali kalau mengingat masa itu, harta saya habis minus lagi. Ternyata tidak disangka-sangka saya bertemu lah di situs dunia pesugihan nyata dan menemukan no,ponsel ki bojo di 085216971747, dengan beliau sangat membantu dengan memberikan pinjaman pesugihan uang gaib dari bank gaib sebesar 2 milyar. disitulah awal saya bangkit lagi bahkan lebih maju dari sebelumnya dan akhirnya kekayaan saya pulih dan hutang saya lunas!.terimah kasih banyak ki bojo sakti sakti kalau mau cek aja di google DUKUN PESUGIHAN TERBUKTI CAIR pasti anda tidak kecewa terimakasi.salam kenal
    Dari lia asila
    Tanjung (kalsel)

    BalasHapus
  2. Assalamu alaikum…
    Aku mau kasih testimoni disini yah, biar semua orang tahu bagaimana aku bisa melunasi hutang-hutangku sebesar 2 milyar hanya dalam waktu 1 Hari plus kekayaanku kembali pulih!.
    Perkenalkan saya lia asila dari tanjung – kalsel. ,Tapi sejak perusahaan saya dinyatakan ilegal, saya mengalami kebangkrutan dengan hutang 2 milyar kepada pemodal dan seluruh kekayaan saya disita.
    Saya sempat shock, pusing sekali kalau mengingat masa itu, harta saya habis minus lagi. Ternyata tidak disangka-sangka saya bertemu lah di situs dunia pesugihan nyata dan menemukan no,ponsel ki bojo di 085216971747, dengan beliau sangat membantu dengan memberikan pinjaman pesugihan uang gaib dari bank gaib sebesar 2 milyar. disitulah awal saya bangkit lagi bahkan lebih maju dari sebelumnya dan akhirnya kekayaan saya pulih dan hutang saya lunas!.terimah kasih banyak ki bojo sakti sakti kalau mau cek aja di google DUKUN PESUGIHAN TERBUKTI CAIR pasti anda tidak kecewa terimakasi.salam kenal
    Dari lia asila
    Tanjung (kalsel)

    BalasHapus